Buku

Book Review : The Dog Who Dared To Dream

Book Review : The Dog Who Dared To Dream

Minggu kemarin saya pergi ke toko buku juga sekian lamanya, kangen sekali gak mampir kesana untuk beli novel yang saya inginkan dari kemarin-kemarin. Kemarin toko bukunya sepi banget dan sebagian banyak yang tutup dan sebagian juga ruangannya udah gelap seolah-olah toko buku itu mau di tutup dengan cepat, padahal saya ke sana itu waktu siang kemarin.

Saya biasanya lama banget kalau mau milih novel yang saya suka, banyak sekali berbagai macam novel yang berjejer di rak dengan harga yang bikin dompet tabungan saya autokering. Agak susah nyari novel dengan harga yang murah atau kalau bisa di bawa 80K lah. Dan akhirnya ketemu juga sebuah novel dengan harga yang lumayan murah lah, padahal tadinya pingin cari novel genre misteri atau fantasi gitu cuman harganya agak mahal dan mahal banget lah. Novel yang saya beli ini adalah Novel Korea yang berjudul The Dog Who Dared To Dream.

Novrel The Dog Who Dared To Dream

Judul : The Dog Who Dared The Dream

Genre : Drama, Fabel

Penulis : Hwang Sunmi

Hal : 256

ISBN : 9786026486479

Blurb :

Ini kisah tentang seekor anjing bernama Bulu Panjang, anjing hitam dari Ras Sapsali. Dia lahir berbeda dari yang lainnya. Bulunya panjang, hitam legam, dan kerap dikesampingan oleh saudara-saudaranya. Meskipun berbeda, dia memiliki keinginan dan mimpi yang sama seperti saudara-saudaranya, seperti kebanyakan manusia. Hidup di tengah kehangatan keluarga.

Namun, setiap kali musim dingin, kejadian buruk datang menghampiri Bulu Panjang. Kematian saudaranya, kepergian ibu, perpisahan dengan anaknya, dan harus menelan pahit bahwa Tuan Pita Suara gemar sekali menjual anak-anak anjing demi menyumbangi hidup.

Isi cerita novel

Entah kenapa saya tuh suka banget baca novel tentang hewan gitu, menurut saya novel genre ini agak jarang saya temukan di toko buku ini, biasanya hanya beberapa buku dongeng anak-anak saja tetapi di novel juga ada kok hanya saja isi ceritanya panjang dan kadang alurnya juga sedikit membingunkan di banding buku dongeng anak-anak. Nyatanya, isi novelnya gak terlalu rumit kok, malah isi novel hewannya banyak selipan cerita unik dan juga konfliknya disitu dengan gaya tulisannya yang juga sederhana.

Novel The Dog Who Dared The Dream ini tuh menceritakan seperti gambaran dunia hewan peliharaan, termasuk kisah majikan dengan anjing kesayangannya. Cerita ini adalah sebuah gambaran tentang kehidupan majikan mempunyai hewan peliharaan di rumah seperti anjing. Mungkin bagi kalian yang pelihara hewan termasuk dog lovers, seberapa sayang sih kepada hewan hewan peliharaan kamu? apakah kalian pernah memperlakukan hal-hal buruk terhadap hewan peliharaanmu? semoga kalian tidak pernah mengalaminya ya.

Di novel ini, bakal menceritakan kisah seekor Anjing bernama Bulu Panjang yang fisiknya terlihat berbeda di keluraga anjingnya sehingga dirinya merasa di kucilkan dan selalu disiksa oleh majikannya si Pak Tua Pita Suara akibat perbuatannya yang nakal. Ceritanya tuh benar-benar 100% campur aduk emosi sekaligus sedih banget hingga akhir endingnya. Kalian bisa liat dengan cerita si Anjing Bulu Panjang itu yang benar-benar miris banget dan di jamin kalian bikin nangis sambil naruh bawang di depannya ketika membacanya.

Kisah petualangan Anjing Bulu Panjang itu banyak sekali masalah-masalah atau ujian buruk yang harus hadapi di depannya, seperti di kucilkan oleh keluarga anjing saat masih kecil, kehilangan seseorang yang sayangi seperti keluarga anjingnya di culik dan di jual-beli oleh pedagang anjingnya, anaknya mati, hingga ajal kematiannya. Bahkan, Anjing Bulu Panjang itu sampai rela di bentak oleh majikannya, Si Pita Suara. Bulu Panjang itu selalu mengalami siksaan dari majikannya karena hanya sikap anjingnya itu nakal dan berisik. Meskipun selalu di perlakuan dengan buruk, sebenarnya majikannya itu melakukan hal ini agar anjing itu harus dispilin dan juga bersikap baik kepada majikannya maupun orang-orang yang tidak di kenalnya. Begitu juga dengan Anjing Bulu Panjang itu yang juga sayang dengan majikannya dan keluarganya.

Banyak sekali cerita-cerita novel itu dengan sedikit bumbu jenaka dan juga mengandung emosinya. Karakter-karkter tokoh ini lumayan banyak yang kadang bikin ngeselin atau ada yang nggak. Seperti karakter kucing tua yang bikin saya kesal lihat tingkah lakunya yang suka mantau di atas tembok sambil ngejulid anjing-anjingnya, tetapi sebenarnya kucing itu ingin berteman dengan anjingnya karena kayak merasa kesepian gitu, Gori yang merupakan anak anjing perkawinan Bulu Panjang dan Anjing coklat itu kerap sekali berbuat onar dan suka mengacaukan keluarga majikannya. Meskipun kerap onar, Bulu Panjang itu tetap menyayangi anaknya. Dan masih banyak lagi karakter-karakter tokohnya yang kalian temuka disitu.

Dari kesimpulan dari keseluruhan novel ini, ceritanya bagus dan juga kesal banget bacanya + mengaduk emosi yang kuat serta benar-benar bikin nangis saat membacanya. Awalnya saya baca novel ini benar-benar antara ke-trigger banget dan merasa cringe juga (nyesel bacanya sih iya), tetapi tanpa sadar saya terus mengikuti cerita ini hingga marathon sampai selesai dan ternyata benar-benar sedih banget dan rasanya tuh nangis banget apalagi menjelang endingnya.

Dari cerita ini menggambarkan bahwa kita tuh harus sayang kepada hewan peliharaan yang kita punya, dan juga perlakukan lah dengan baik dan nasihati lah hewan dengan bijak supaya mereka bersikap lebih baik dan juga disiplin, asal jangan sampai menyiksa hewan peliharaan ya karena hanya kesal dengan sikap buruk hewan itu. Dan juga ceritanya itu menggambarkan kita tuh patut beryukur karena masih mempunyai orang-orang terdekat kita dan patut bersyukur punya keluarga lengkap yang kamu sayangi.

Ada yang sudah pernah baca novel ini?

By Alya Putri

Seorang mahasiswa yang menyukai dunia kepenulisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *