Book Review : The Dinner

Kali ini saya akan mebahas lagi tentang seputar review buku yang sudah saya tamtkan hari ini, yaitu berjudul The Dinner. Mungkin kalian belum ada yang pernah atau ada yang pernah membaca buku ini. Yup, mungkin bagi kalian yang suka bermain imajinasi atau suka memecahkan teka-teki lewat buku novel tentunya merupakan hal yang seru dan asyik sekali saat membacanya, seperti novel genre mystery atau thriller yang biasanya suka sekali menselipkan berbagai cerita teka-teki yang kadang membuat kita merasa bingung dengan alur ceritanya atau sebagian kalian juga ada yang mengerti maksud cerita di dalam novel yang kalian baca. Hari ini saya akan membahas nih tentang ulasan review Novel The Dinner yang dimana isi ceritanya tuh memang membingungkan banget.

Judul : The Dinner

Genre : Mystery, Thriller

Penulis : Herman Koch

Penerbit : Bentang Pustaka

Hal : 350

ISBN : 978-602-291-240-8

Blurb :

Minuman Pembuka :

Pink champagne dengan salam hangat pertemuan.

Hidangan Pembuka :

Lobster saus tarragan dan jamur, dihidangkan bersama sepotong tanya tentang kabar.

Hidangan Utama :

Filet ayam guinea, dengan hidangan samping sekerat keju ricotta, dan seiris kasus pembunuhan.

Hidangan Penutup :

Parfait cokelat dengan berry pilihan dan sebuah kejutan penuh darah.

Ketika Paul dan Claire menerima undangan makan malam dari Serge dan Babette, perjumpuan mereka yang menyenangkan perlahan berubah menyeramkan. Semua bermula ketika kedua anak mereka terlibat dalam kasus pembunuhan. Di antara denting garpu dan pisau, mereka mencari cara untuk mengubur kasus tersebut dalam-dalam.

Akan tetapi, alih-alih menemukan solusi, mereka justru menyingkap konflik keluarga, membongkar rahasia masa lalu, dengan menguak aib busuk di balik topeng mereka sebagai manusia yang beradab. Sekarang, yang ada di benak mereka adalah mencari cara untuk menyelamatkan diri masing-masing. Lantas, sejauh mana mereka akan berbuat untuk melindungi orang-orang yang mereka sayangi ?

Okay, well menurut berdasarkan yang saya baca di buku ini, ceritanya menggambarkan tentang 4 pasangan suami-istri yang mengadakan acara makan di restorannya. Serge, sekaligus kakanya Paul adalah seorang politisi yang hadir bersama istrinya, Babette. Sedangkan Paul menghadiri acara makan itu bersama Claire, istrinya. Awalnya tidak terjadi apa-apa dan hanya seperti ngobrol-ngobrol biasa sambil makan-makan gitu lah, namun perlahan-lahan masalah mulai muncul sejak anaknya Paul dan Serge, Michael dan Rick terlibat masalah dalam kasus video pembunuhan terhadap gadis tunawisma di depan ATM. Banyak sekali ragam kronologis kasus itu yang membuat saya bingung dan gak paham maksud arti cerita kasus itu yang sebenarnya. Di tambah lagi Paul harus menerima ujian yang paling berat terkait Claire yang tiba-tiba jatuh sakit dan harus di rawat di rumah sakit dengan kondisi yang memperhantikan sampai berdebat dengan kepala sekolah tentang masalah sejarah dan tugas essai yang di buat oleh Michael, anaknya Paul.

Entah saya sendiri agak susah menceritakan cerita di Nove The Dinner ini karena gimana ya alurnya tuh bikin bingung dan menurut saya pribadi nih ceritanya agak lumayan datar dan sampai bosen ngelanjutin baca novel ini, tapi kok merasa kayak menyesal beli novel ini ya 🙂 terus pas ending nya saja juga masih bingung dan merasa kayak plot twist dan susah di tebak di akhir ending cerita tersebut.

Dari segi review buku ini, cover bukunya bagus dan terlihat simpel dengan gambaran sendok dan garpu yang menjuntai dari atas serta terdapat sebuah catur di bawahnya yang seolah-olah desainnya sesuai dengan tema judul di buku ini. Dan juga, untuk alur cerita dan kata-kata diksinya cenderung agak lumayan berat dan bingung banget dengan sudut pandang Paul yang memakai kata “Aku” sehingga tetap aja saya masih bingung dari awal sampe akhir.

Itu saja deh dari sedikit ulasan review dari The Dinner, dari kesimpulan saya ini jujur gak bisa berkata apa-apa lagi, intinya antara pusing dan bingung lah maksud dari cerita The Dinner ini, banyak sekali berbagai ragam masalah-masalah konflik yang rumit di cerita ini. Mending saya harus baca novel yang lain saja deh :))

Related Post

One thought on “Book Review : The Dinner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *