Review

Menemukan mimpi dan Tujuan Hidup

Mimpi saya apa ya?

Tujuan hidup saya mau kemana ya ?

Setiap orang punya mimpinya masing-masing baik sadar maupun tidak sadar, kita tetap terus beproses dalam menjalani roda kehidupan dan melangkah pencapaian yang kita inginkan. Saya dan kalian juga sama-sama punya mimpi yang berbeda serta punya tujuan hidup untuk mencapai kesuksesan masing-masing, namun proses untuk pencapaiannya butuh usaha yang matang dan harus kita lakukan secara sendiri-sendiri.

Sayangnya, sebagian orang masih belum punya mimpi tujuan hidup yang kurang jelas dan masih terus mencarinya. Tetapi sebagiannya juga masih merasa stuck di posisi yang sama dan belum ada perubahan apa-apa, itu karena sebagian mereka masih bingung dan terus bertanya “Apa jati diri saya sebenarnya?” atau sering bertanya kepada diri sendiri atau Tuhan “Sebenarnya saya hidup di dunia ini tujuan saya untuk apa?”.

Mimpi? Apa itu Mimpi?

Saya sudah hidup lama di dunia ini tetapi masih belum punya tujuan hidup yang sebenarnya, apalagi mikirin masalah karir dan pencapaian.

Saya bingung mau ngapain sekarang 🙁

Source : Pixabay

Minggu kemarin saya mengikuti sebuah kemping grup selama 8 hari yang diselenggarakan oleh Tabula.id dan Arsarana, terdapat macam jadwal kegiatan mentoring yang seru untuk dipelajari sebagai motivasi hidup. Salah satu topik menarik adalah tentang Chasing Goals & Dreams : Menentukan Mimpi dan Tujuan Hidup oleh Tsalitsa Haura Syarifah, M.Ps,i., Psikolog. Di webinar itu saya menyimak tentang penjelasan tentang mimpi dan arti tujuan hidup.

Mimpi adalah sebuah hasrat untuk keinginan kita seperti cita-cita, tempat favorit yang belum dikunjungi, dan banyak lagi hal-hal keinginan yang sesuai dengan kita sendiri. Waktu di sekolah dulu guru suka banget bertanya tentang kita yang sudah familiar di telinga kita.

Jika kamu sudah besar nanti cita-citanya mau jadi apa?

Pertanyaan ini sangat valid untuk sebagai penentu karir kita nanti di masa depan, dulu cita-cita yang paling banyak disukai oleh anak-anak itu mau jadi dokter, guru, polisi, dll. Anak-anak (termasuk kita waktu kecil) dengan mantap memilih cita-cita jadi ini atau itu, nyatanya siapa sangka bahwa impian cita-cita yang kita sukai itu menjadi kenyataan. Atau cita-cita kecil kalian yang suka dulu tuh justru membelot ke profesi lain yang jauh lebih keren dan spesifik.

Cita-cita juga termasuk bagian dari mimpi kita ketika suka membayangkan jika kita menjadi profesi yang sangat menjanjikan, misalnya membayangkan andai kita menjadi presiden pasti sangat keren sekali dan bisa bertemu orang-orang asing atau keluar negeri untuk mengadakan rapat kerjasama antar perwakilan negara, serta memimpin pemerintah negara dan rakyatnya supaya menjadi lebih baik. Atau ingin menjadi artis supaya dirinya semakin terkenal dan dicintai oleh masyarakat, yahh itulah mimpi dimana kita terus membayangkan hal-hal keinginan di pikiran kita dan berharap bahwa semoga mimpi itu menjadi kenyataan dengan cara berusaha.

Kenapa harus punya mimpi?

berdasarkan hasil diskusi di webinar kemping grup, mimpi itu gratis dan bebas kita tentuin keinginan yang ingin dicapai. Mimpi itu bersifat individu dan kita sendirilah yang menentukannya, asalkan bersungguh-sungguh serta konsisten untuk fokus mengejar impian dan cita-citanya. Mimpi juga sebagai semangat motivasi untuk mengejar impian kita masing-masing agar misi pencapaiannya menjadi sukses, selain itu juga memengaruhi pikiran mood atau kondisi perilaku kita untuk tetap semangat setelah mendapat pencerahan dari motivasi dan semangat dari diri sendiri maupun orang-orang terpecaya.

Mimpi juga berkaitan dengan hal-hal yang positif seperti pengembangan diri, hidup yang sejahtera, perfoma akademis, dan kesehatan fisik.

Tahu Tujuan vs Gak tahu tujuan

Dari hasil diskusi di webinar kemping bersama Tabula.id dan Asarana, Tujuan hidup harus dimiliki dengan cara yang masing-masing supaya mensukseskan pencapaian diri sendiri yang sudah terencana. Tergantung kita sendiri seberapa usaha keras untuk mencapai tujuan hidup dengan komitmen, namun sebagian orang rata-rata masih belum punya tujuan hidup yang sebenarnya atau belum tahu apa-apa tujuannya mau kemana lagi.

Kita bisa membedekan mana yang tahu arah tujuan hidup dan mana yang tidak.

A. Tujuan Hidup
  • Bisa merencanakan strategi-strategi tujuan pencapaiannya agar prosesnya bisa berjalan dengan baik.
  • Niat & konsisten untuk berjuang mencari arti tujuan hidup.
  • Menghabiskan waktu untuk menghasilkan yang terbaik seperti produktif terhadap bekerja dan belajar tumbuh kembang proses.
B. Tidak tahu tujuan hidup
  • Merasa stuck atau bingung cara menentukan arti tujuan hidup seperi bingung mau mulai dari mana.
  • Kurangnya minat motivasi dan semangat yang menjadi menurun.
  • Kurang produktif dan cenderung lebih menghabiskan waktu dengan kegiatan yang tidak berguna.

Karena itulah kita masih banyak kesempatan untuk bisa mengejar mimpi dan mencari tujuan hidup selama di dunia ini, maka itu janganlah menyia-nyiakan waktu dan habiskan semuanya untuk melakukan kegiatan yang positif serta kejarlah impian cita-cita kita sebelum terlambat.