Review

Review : Wisata Jembatan Cinta & Sungai Jingkem, Bekasi

Review : Wisata Jembatan Cinta & Sungai Jingkem, Bekasi

Di tahun 2021 ini saya mengunjungi ke sebuah Jembatan Cinta yang terletak di pinggir pantai yang ditumbuhi oleh pohon-pohon mengrove. Sebenarnya saya pergi kesana sudah lama sekali saat memasuki awal tahun 2021 ini. Jembatan Cinta ini lokasinya terletak di Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat.

Jembatan Cinta

Saat saya menginjak di tempat itu, suasananya cukup padat dan banyak sekali pasar-pasar kecil yang kebanyakan sebuah warung yang menjual aneka olahan makanan khas laut, terus saya masuk melewati pasar-pasar kecil dan sampai di Jembatan Cinta yang utama, sayangnya saya tak bisa berfoto dengan Jembatan Cinta yang besar di depannya karena banyak sekali para pengunjung yang berbondong-bondong menaiki Jembatan Cinta yang tinggi.

Ketika saya sudah berada di atas jembatan, saya bisa melihat banyak perahu-perahu yang bertumpuk serta hutan mangrove yang asri dan membuat mata saya menjadi segar. Saya menelusuri di sekitar pohon mangrove dan suasananya cukup ramai dan juga harus berhati-hati untuk berjalan di atas jembatan sebab beberapa di sekitar jembatan itu tidak ada pegangan di sebelah kana-kiri sehingga saya harus berjalan secara hati-hati supaya tidak kecebur.

Tumpukan perahu di pinggiran pantai
Pohon Mangrove

Usai berkeliling di sekitar Jembatan Cinta, saya berwisata lagi ke Sungai Jingkem yang terletak di seberang hutan mangrove dan Jembatan Cinta, dan saya pergi kesana menggunakan perahu bersama rombongan para pengunjung. Sungai Jingkem itu lebih asri dan banyak sekali pohon-pohon mangrove yang berjejer di sekitar sungai dan juga ada tambak besar untuk memancing. Udaranya lumayan dingin dan untungnya cuacanya gak begitu panas karena kondisnya cukup berawan, selain dimanjakan dengan pohon mangrove dan tambak ikan besar, disana juga tempatnya kecil dan sempit karena lokasinya itu pas banget di pinggr Sungai Jingkem, dan kebanyakan hanya warung-warung kecil saja yang menjual makanan snack dan minuman saja, tapi ada juga kok yang jual makanan seafood. Dan lagi-lagi saya tak bisa mengabadikan fotonya karena kondisinya lumayan padat dan sempit.

Melihat laut dari perahu

Usai puas jalan-jalan di Jembatan Cinta, Sungai Jingkem, dan hutan mangrove.Terakhir saya menelusuri pasar-pasar kecil yang banyak sekali menjual makanan dan minuman termasuk makanan khas laut, banyak sekali macam-macam khas laut yang unik seperti olahan udang, kerang, kepiting goreng, dan masih banyak lagi. Yang paling terkenal itu ada olahan peyek seafood dengan berbagai macam varian seperti peyek udang, peyek teri, sampai peyek jengkol. Saya sudah pernah mencoba peyek yang udang, rasanya krenyes banget dan juga gurih di lidah saya, terus rasa udangnya juga terasa sekali serta rasanya cukup enak.

Peyek seafood dengan ukuran yang jumbo
Olahan seafood

Nah itulah tadi dari perjalanan saya ke Jembatan Cinta dan Sungai Jingkem. Untuk masuknya hanya bayat tiket mencakup untuk :

  • Parkir motor : Rp. 5.000
  • Parkir mobil : Rp. 10.000
  • Per-orang : Rp. 2.500

Sedangkan untuk harga tiket masuk ke Sungai Jingkem nya sekitar Rp. 3000, dan kebetulan tujuan untuk membayar masuk ke wisata Sungai Jingkem itu juga sebagai donasi untuk ekowisata pohon mangrove.

Alamat : Segarajaya, Kec. Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat 17218

Jam Operasi : 08.00–18.00

By Alya Putri

Seorang mahasiswa yang menyukai dunia kepenulisan

4 comments

  1. Hi mbak Alya 😊
    Waah aku baru tau kalau di Bekasi ada tempat rekreasi seperti ini! (sampe aku cek dua kali, apa ini bener Bekasi haha)

    Menarik banget mbak jembatan cintanya haha, sayangnya masih jomblo jadi mungkin nyesek kalau main kesana sendiri hahaha
    Aniwaii, terima kasih reviewnya, jadi menambah informasiku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *